Pariwisata dan Ekonomi Syariah Dorong Lonjakan Ekonomi Jateng

BANJARNEGARA, smpantura – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mulai mematangkan arah pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 dengan menempatkan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Setelah fokus pembangunan infrastruktur pada 2025 dan penguatan swasembada pangan pada 2026, sektor pariwisata di persiapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Komitmen tersebut di tegaskan Ahmad Luthfi saat memimpin Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin, 18 Mei 2026. Dalam forum itu, ia mulai menyelaraskan peta jalan pembangunan provinsi dengan rencana pembangunan kabupaten/kota agar arah pembangunan 2027 dapat berjalan terpadu dan sejalan.

“Infrastruktur sudah dan swasembada pangan sudah kuat pada 2026, maka 2027 adalah pariwisata yang menjadi prioritas kita,” kata Ahmad Luthfi.

Acara tersebut di hadiri Sekda Jateng Sumarno dan Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugroho. Hadir pula para kepala daerah dari Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.

BACA JUGA :  Taj Yasin Minta Dukungan Pusat untuk MTQ 2026

Menurut Luthfi, integrasi peta jalan pembangunan itu merupakan tindak lanjut hasil Musrenbang tingkat provinsi yang telah selesai beberapa waktu lalu. Ia menilai usulan dari daerah masih minim yang berfokus pada pengembangan ekonomi syariah dan pariwisata berkelanjutan. Padahal, setiap wilayah di Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan kedua sektor tersebut.

“Ajuan yang masuk ke provinsi belum banyak yang mengarah pada ekonomi syariah dan pariwisata berkelanjutan. Padahal potensi daerah kita luar biasa,” ujarnya.

Data Kunjungan

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan sektor pariwisata tumbuh signifikan sebesar 10,60 persen pada 2025. Kontribusi sektor tersebut terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah juga terus meningkat, dari 3,29 persen pada 2022 menjadi 3,74 persen pada 2025.