Dia mengakui, di tengah perubahan ekonomi global dan tekanan geopolitik, dunia usaha baik skala besar maupun skala kecil, baik padat karya maupun padat modal, mengalami pergolakan yang luar biasa. Tidak sedikit yang harus menutup usahanya karena ketidakmampuan menahan tekanan demi tekanan yang semakin masif.
“Pada situasi seperti ini, dunia usaha sangat memerlukan dukungan dan kerja sama dengan berbagai elemen yang ada. Dunia usaha tidak akan mampu berdiri sendiri dan berjuang sendiri-sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” ujarnya.
Dalam sambutannya saat pengukuhan pengurus Apindo Jateng, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Shinta W. Khamdani, berpesan agar Apindo Jawa Tengah menjaga amanah dengan baik dalam menjalankan perannya.
Sejumlah arahan yang dia sampaikan kepada pengurus Apindo periode 2026 – 2031, yakni menciptakan lapangan pekerjaan yang layak, produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Tengah. Selanjutnya, mengawal isu ketenagakerjaan secara konsisten, termasuk reformasi UU ketenagakerjaan.
Selain itu advokasi berbagai isu strategis dunia usaha, mengembangkan potensi ekonomi lokal dan sektor unggulan Jawa Tengah, memperkuat solidaritas dan pertumbuhan keanggotaan DPP Apindo Jawa Tengah, dan memperluas Dewan Pimpinan Apindo hingga ke tingkat Kabupaten dan Kota. Terakhir, memperkuat koordinasi rutin dengan pemerintah daerah.
Pelantikan dilakukan dengan prosesi pengukuhan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo Shinta W. Khamdani. Dilanjutkan dengan diskusi panel bertema “Ressitensi dan Adaptasi Pelaku Usaha di Jawa Tengah dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Ekonomi Global dan Tekanan Geopolitik”. (**)



