TEGAL, smpantura – Upaya mengatasi persoalan air bersih di Kota Tegal, terus di lakukan. Salah satunya inovasi bertajuk Siap Air Bersih atau Kolaborasi Penanganan Penyediaan Air Bersih.
Pemerintah Kota Tegal, menyiapkan solusi jangka panjang untuk menjangkau warga yang selama ini masih mengalami keterbatasan layanan.
Program tersebut merupakan aksi perubahan yang di gagas Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Tegal, Teguh Sugiartono. Dan di luncurkan dalam kegiatan Diklat PKA Angkatan I di Ruang Adipura, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Teguh, tantangan utama penyediaan air bersih di Kota Tegal berasal dari keterbatasan debit air baku, sehingga di perlukan langkah strategis yang berkelanjutan.
“Inovasi ini kami dorong sebagai solusi jangka panjang, agar masyarakat yang selama ini kekurangan air bersih bisa terlayani dengan baik,” ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.
Salah satu langkah yang di lakukan adalah pembangunan sumur bor melalui Dana Alokasi Khusus atau DAK, lengkap dengan jaringan distribusinya.
Setiap sumur dapat melayani sekitar 50 hingga 100 sambungan rumah yang di kelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat atau KSM.
Selain itu, pengembangan jaringan perpipaan baru menggunakan pipa HDPE juga terus dilakukan dan akan menjadi aset PDAM untuk memperluas cakupan layanan.
Realisasi
Pada 2025, hampir 1.000 sambungan rumah baru telah terealisasi dari pembangunan sumur bor dan penggantian jaringan baru di Kelurahan Pekauman, Kraton dan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat.
Sedangkan di Kelurahan Debong Kulon dan Kejambon, masing-masing 100 sambungan baru.
Sementara itu, penambahan jaringan PDAM juga di lakukan di Kelurahan Mintaragen dan Panggung dengan target sekitar 325 sambungan rumah.



