Tak hanya itu, untuk mengantisipasi kondisi darurat seperti kekeringan dan rob yang kerap melanda wilayah pesisir, DPUPR juga menyiagakan truk tangki air bersih guna memenuhi kebutuhan warga.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menegaskan, inovasi pelayanan publik harus benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.
“Inovasi ini tidak boleh berhenti pada launching saja, tetapi harus terus berjalan dan di rasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Dedy Yon.
Dedy Yon juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Saat ini, jumlah sambungan rumah air bersih di Kota Tegal terus meningkat, dari sekitar 21.000 pada 2018 menjadi 41.000 sambungan.
Ke depan, di targetkan mencapai 50.000 hingga 60.000 sambungan rumah.
“Kalau target itu tercapai, persoalan air bersih di Kota Tegal bisa di selesaikan secara bertahap,” tandas Teguh. (**)



