Menurutnya, Solo Raya merupakan salah satu kawasan strategis pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang perlu di perkuat melalui konektivitas, investasi, dan kolaborasi lintas wilayah.
“Boyolali siap menjadi bagian aktif dalam pengembangan kawasan ini melalui sinergi lintas wilayah dan lintas sektor,” katanya.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan, sektor pariwisata di daerahnya terus menunjukkan tren positif. Saat ini, Klaten menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan terbesar kedua di Jawa Tengah. Dan telah menyusun kalender event wisata sepanjang tahun 2026.
Ia mengatakan, wisatawan mancanegara mulai melirik berbagai destinasi di Klaten yang berbasis potensi desa. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengembangkan kawasan geopark. Yang di harapkan menjadi daya tarik baru selain wisata candi dan mata air.
“Kekuatan kami ada di desa. Saat ini wisatawan mancanegara mulai datang dan kami terus mengembangkan potensi yang ada,” ujarnya.
Untuk mendukung sport tourism, Klaten juga menyiapkan pembangunan sport center yang di topang akses strategis melalui jalan tol, bandara, dan jalur kereta api.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengungkapkan, pihaknya telah mengembangkan 10 destinasi wisata dan berbagai event pariwisata dengan target kunjungan mencapai 438 ribu wisatawan.
Wonogiri juga memperkuat sektor ekonomi syariah melalui pengembangan kampung wisata, pencanangan 30 kampung wisata baru, pelatihan konten kreator, serta percepatan sertifikasi halal bagi ribuan produk UMKM.
“Dalam upaya mendorong ekonomi syariah, kami menetapkan pariwisata ramah muslim, menerbitkan 8.933 produk bersertifikat halal, serta memperluas pembiayaan syariah hingga Rp 144 miliar,” kata Setyo.
Kolaborasi
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto bahkan mengajak seluruh kepala daerah di Solo Raya menyusun Rencana Induk Pariwisata Solo Raya sebagai panduan bersama dalam mengembangkan sektor pariwisata kawasan.



