“Saya sangat mengapresiasi antusias para penonton malam ini. Ini menunjukkan ruang budaya dan seni pertunjukan masih di cintai masyarakat,” ujar Sujiwo Tejo.
Sutradalang Teater Lingkar, Sindhunata Gesit Widiharto, menjelaskan Pakeliran Multidimensi merupakan kolaborasi antara dunia pedalangan, teater, tari, film, dan musik sebagai bentuk pembaruan seni tradisi.
Dalam pertunjukan itu, Sindhunata tidak hanya menyutradarai, tetapi juga tampil sebagai dalang yang terlibat langsung berdialog dengan para aktor di atas panggung.
Menurutnya, pementasan tersebut menjadi upaya meneruskan jejak almarhum MasTon Lingkar dengan semangat “Teteg, Tekun, Teken, Tekan” dalam merawat kebudayaan.
“Kami ingin membuktikan Teater Lingkar tetap hidup dan urup dengan karya-karya yang fresh dan penuh kebaruan. Konsep ini kami harapkan menjadi ruang positif bagi anak muda untuk mencintai seni tradisi tanpa kehilangan sentuhan modern,” katanya.
Sepanjang pertunjukan, tepuk tangan, gelak tawa, hingga momen hening penuh makna silih berganti mengiringi jalannya cerita. Melalui “Rojo Tikus”, Teater Lingkar menegaskan seni tradisi masih memiliki daya hidup kuat sebagai medium hiburan sekaligus kritik sosial di tengah perkembangan zaman. (**)



