Namun demikian, kata Zulkifli, Indeks Integritas Nasional masih menjadi pekerjaan rumah. Dari target 80,97, realisasi saat ini berada di angka 75,38. Meski begitu, Jawa Tengah di sebut tetap berada di posisi dua besar secara nasional di tengah tren penurunan yang di alami sejumlah provinsi.
Kesejahteraan
Di ungkapkan, pada sektor kesejahteraan, tingkat kemiskinan berada di angka 9,39 persen, masih dalam rentang target pembangunan 9,00-9,66 persen. Sementara itu, Otonomi Fiskal Daerah mencapai 63,01 persen, yang menunjukkan penguatan kemandirian keuangan daerah.
Adapun Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tercatat 85,84 (2024), dan Indeks Modal Manusia berada di angka 0,59 (2024), menunggu rilis data terbaru.
“Setiap proses evaluasi kepemimpinan itu, alat ukurnya indikator-indikator ini. Dulu setiap tahun ada empat sampai lima yang tidak tercapai. Sekarang kita jaga betul agar mayoritas terpenuhi,” kata Zulkifli.
Adapun Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai secara umum capaian kinerja pemerintahan Luthfi-Yasin memuaskan jika merujuk pada indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Secara indikator, mayoritas target terpenuhi. Tantangan berikutnya memastikan pemerataan capaian pembangunan. Ini akan kami dalami melalui rapat-rapat komisi bersama OPD,” ujar Saleh yang turut menjadi narasumber.
Saleh juga menekankan perlunya penguatan kreativitas birokrasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai strategi peningkatan pendapatan tidak bisa hanya mengandalkan sektor pajak, melainkan harus di barengi optimalisasi aset milik pemerintah daerah dan BUMD.


