“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada pajak. Optimalisasi aset daerah dan BUMD harus di maksimalkan agar memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah,” tegasnya.
Terkait investasi, lanjutnya, realisasi yang mencapai Rp 88 triliun di harapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Investasi yang inklusif, kata dia, akan memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan.
“Investasi harus berdampak langsung pada masyarakat,” kata Saleh. (**)


