Pada kegiatan di Ponpes Darul Qur’an Krandon Kudus, enam penerima bisyaroh itu yakni Wahyu Indra Maulana asal Pati, Shihab Labib Ruwaifi Iswandy asal Muko-Muko, Bengkulu; Roihan Muhammad Iqbal Farid asal Kudus.
Kemudian Ahmad Syauqi Muhammad, putera Muhammadun asal Probolinggo, Jawa Timur, Mochamad Hakiki asal Semarang, dan Ahmad Bayu Al Azhar asal Jepara.
Program tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Sepanjang 2025, jumlah penerima tali asih tercatat mencapai 1.041 santri, dengan total bantuan sekitar Rp1,041 miliar.
Dalam catatan Pemprov Jateng, setiap tahun terdapat sekitar 2.000 santri yang khatam menghafalkan Al-Qur’an di Jawa Tengah. Taj Yasin berharap, program yang dijalankan bersama Gubernur Ahmad Luthfi itu dapat membawa keberkahan bagi anggaran daerah, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Acara Haflatyl Hidzaq Ponpes Darul Qur’an Krandon Kudus dihadiri Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff, KH M Ulil Albab Arwani, KH Abdul Muiz, dan Muhammad Slamet. Dari unsur Pemprov Jateng, hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah. (**)



