Tegal  

Wakil Wali Kota Tegal Main Teater, Kisah Mangir Sarat Konflik Kekuasaan

“Waktu itu beliau cerita punya latar belakang di dunia seni. Awalnya kami tawarkan secara santai, tapi ternyata serius. Akhirnya kami sesuaikan naskah dan beliau memerankan Ratu Mas,” kata Yono.

Sementara itu, Tazkiyyatul Muthmainnah mengaku dunia seni bukan hal baru baginya. Sejak kecil, prempuan yang akrab di sapa Mba Iin ini aktif dalam berbagai kegiatan seni seperti membaca puisi, drama, hingga lomba mendongeng.

“Sudah lama tidak tampil, mungkin lebih dari 20 tahun. Tapi ini seperti nostalgia sekaligus bentuk dukungan untuk teman-teman seniman di Kota Tegal,” ujar Mba Iin.

Pesan

Menurut Mba Iin, pementasan Mangir bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat pesan, terutama terkait dinamika kekuasaan dan pilihan-pilihan sulit dalam kehidupan.

BACA JUGA :  Dosen Poltek Harber Raih Program Peningkatan Kompetensi Kemendikbudristek

“Dalam cerita ini, kita bisa melihat bagaimana strategi politik digunakan, bahkan melalui pendekatan yang tidak biasa, untuk menghindari konflik terbuka,” kata Mba Iin.

Dalam lakon Mangir, konflik bermula dari perlawanan Ki Ageng Mangir terhadap Panembahan Senapati. Upaya meredam perlawanan tidak di lakukan dengan perang terbuka, melainkan melalui strategi politik, termasuk melibatkan Rara Pembayun.

Kisah tersebut berujung pada dilema, ketika Ki Ageng Mangir berada di posisi sebagai menantu sekaligus musuh. Konflik itu pun berakhir tragis.

Pementasan Mangir akan di gelar di Teater Arena Taman Budaya Tegal pada Sabtu, 25 April 2026, dalam dua sesi, yakni pukul 15.30 WIB dan 19.30 WIB. (**)