Waspadai Banjir, Warga Pasarbatang Bersihkan Sampah dan Gulma di Drainase Kota

BREBES, smpantura – Menyadari daerahnya rawan banjir, puluhan warga di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan/ Kabupaten Brebes, melakukan aksi bersih-bersih drainase perkotaan di wilayahnya, Minggu (11/12/2022). Mereka terjun ke salura untuk membersihkan sampak dan gulma berupa tanaman eceng gondok.

Kepala Kelurahan Pasarbatang Suharis mengatakan, kerja bakti dilakukan warga sebagai bentuk keprihatinan akibat drainase tersumbat, sehingga air yang mengalir tidak lancar dan memicu terjadinya banjir. “Alhamdulillah, warga kami sigap bergotong royong terjun ke saluran air untuk membersihkan enceng gondok yang tumbuh subur, sehingga saat ini sudah bersih,” katanya.

Sementara itu seorang Anggota DPRD Brebes, Akhmad Rowi yang ikut dalam kerja bhakti mengapresiasi langkah kelurahan dan warga, khususnya di RT 07 RW 05 untuk bergotong royong membersihkan enceng gondok di saluran drainase. “Saat ini yang menjadi kendala yakni banyaknya saluran air yang dangkal. Kami mohon kepada Pemkab Brebes untuk melakukan normalisasi sehingga air yang mengalir bisa lancar,” ucapnya.

BACA JUGA :  Hasil Observasi, Ruas Jalan Larangan - Pamulihan Longsor Akibat Gerakan Tanah

Terpisah Kabid Cipta Karya DPU Kabupaten Brebes Dani Asmoro yang dihubungi melalui telefon selulernya menegaskan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sudah membentuk tim Pengendalian Banjir (Dalban) untuk melakukan pembersihan encek gondok di berbagai tempat secara bertahap mengingat luasnya wilayah di Kabupaten Brebes.

“Soal pendangkalan, kami di wilayah utara untuk tahun 2022 ini sudah melakukan normalisasi dari mulai utara yakni di dusun Kalikamal. Lalu nanti ke arah selatan seperti di kelurahan Pasarbatang, Insya Allah ditahun depan,” jelasnya.

Kendala yang dihadapi saat ini, lanjut dia, saat normalisasi dilakukan dengan menggunakan alat berat yakni, tidak adanya akses alat berat . Itu karena di wilayah perkotaan Brebes mayoritas saluran pembuangan air, disekelilingnya sudah dibangun rumah-rumah warga.

“Ini yang kadang menjadi kendala, disaat akan melakukan normalisasi dengan alat berat,” pungkasnya.

Scroll to top
error: