Sebungkus Bakso untuk Gubernur, Kisah Perantau Karanganyar

JAKARTA, smpantura – Di tengah ramainya kegiatan Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (16/3/2026), sebuah momen sederhana justru menarik perhatian banyak orang. Seorang pemudik tiba-tiba menyerahkan sebungkus bakso kepada Ahmad Luthfi. Bungkusan kecil itu bukan sekadar makanan, melainkan ungkapan terima kasih dari seorang perantau yang telah puluhan tahun berjuang mencari nafkah di ibu kota.

Siang itu, area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi dipadati ratusan calon pemudik yang bersiap kembali ke kampung halaman. Ahmad Luthfi tampak berjalan menyusuri barisan bus, menyapa para peserta program mudik gratis satu per satu.

Saat tiba di bus nomor 21 dengan tujuan Kabupaten Karanganyar, langkahnya terhenti di kursi seorang pemudik bernama Lulik Setiyawan. Dari situ, percakapan santai pun mengalir di antara keduanya.

BACA JUGA :  Investasi Jawa Tengah Pecah Rekor Tertinggi Tembus Rp88,50 Triliun

“Kamu pekerjaannya apa? Sudah ikut mudik gratis berapa kali?” tanya Ahmad Luthfi.

Lulik menjawab dengan senyum. Ia mengaku sebagai pedagang bakso keliling di kawasan Jakarta Selatan. Program mudik gratis itu bukan hal baru baginya. Sejak 2016, ia hampir selalu ikut program tersebut untuk pulang ke kampung halaman di Karanganyar.

Namun di tengah percakapan itu, tiba-tiba Lulik menyodorkan sebuah kantong plastik berisi bakso kepada sang gubernur.

“Pak, ngapunten. Niki kula damelke khusus kagem Pak Gubernur (Pak mohon maaf. Ini saya buatkan khusus buat Pak Gubernur),” ucapnya dalam bahasa Jawa halus, sambil tersenyum.

Ahmad Luthfi pun tertawa hangat menerima bingkisan sederhana tersebut. Ia kemudian membalas dengan memberikan paket makanan ringan sebagai bekal perjalanan bagi Lulik.