Tegal  

Harga Tanah Jadi Kendala Penyediaan Rumah di Kota Tegal

TEGAL, smpantura – Tingginya harga tanah di wilayah perkotaan menjadi kendala utama dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR di Kota Tegal.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tegal, Abdan Harimurti, mengatakan, harga tanah di Kota Tegal saat ini berada di kisaran di atas Rp 500 ribu per meter persegi.

“Untuk bisa menjangkau MBR, idealnya harga tanah di kisaran Rp 300 ribu per meter persegi. Ini yang menjadi tantangan,” ujar Abdan, Senin 27 April 2026.

Di sisi lain, kebutuhan hunian di Kota Tegal masih cukup tinggi. Tercatat sekitar 13.000 warga belum memiliki rumah.

Pemkot Tegal pun mendorong pembangunan rumah subsidi sebagai salah satu solusi, dengan memanfaatkan wilayah yang harga lahannya masih terjangkau, seperti di Kecamatan Margadana dan sebagian Tegal Selatan.

BACA JUGA :  Penembakan Mobil Anggota LMPI Pemalang Diduga Menggunakan Airsoft Gun

“Rumah subsidi di batasi sekitar Rp 166 juta, sehingga lokasi sangat bergantung pada harga tanah,” jelas Abdan.

Selain itu, Pemkot juga memberikan berbagai kemudahan bagi pengembang. Seperti pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau BPHTB serta retribusi persetujuan bangunan gedung atau PBG.

Tak hanya mengejar jumlah, pemerintah juga mulai mengarahkan pembangunan hunian yang lebih ramah lingkungan melalui konsep rendah karbon.

Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kota Tegal, Seno Aji mengatakan, konsep tersebut berfokus pada efisiensi energi melalui desain bangunan.

“Misalnya dengan sirkulasi udara yang baik dan pemanfaatan cahaya alami, sehingga mengurangi penggunaan listrik,” ujar Seno.

Namun, Seno mengakui penerapan konsep tersebut masih menghadapi tantangan, mulai dari ketersediaan material hingga kesadaran masyarakat.