Ahmad Luthfi Run for Rivers Bareng Warga Di Pekalongan

Karena itu, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Mulai dari pembangunan sistem pengolahan sampah RDF, pengolahan berbasis aglomerasi di Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya. Hingga pengolahan regional di Soloraya dan Magelang Raya.

“Provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Maka seluruh kabupaten/kota kita dorong membuat MoU guna mereduksi simpul sampah mandiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, perubahan terbesar harus di mulai dari masyarakat melalui budaya memilah dan memilih sampah sejak dari rumah tangga. Penanganannya di lakukan berjenjang mulai tingkat rumah, RT/RW, desa atau kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten/kota.

“Kita harus menangani sampah secara komprehensif. Dari hulu sampai hilir harus selesai. Kalau semua bergerak, kelurahan jadi pengepul, kecamatan jadi koordinator, dan kabupaten menjadi penyelesai masalah,” jelasnya.

BACA JUGA :  Puluhan Biksu Lintas Negara Jalan Kaki ke Borobudur

Sementara itu, Founder Sungai Watch, Sam Benchegib, mengaku terkesan dengan keterlibatan langsung Gubernur Ahmad Luthfi dalam aksi tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi energi penting untuk memperkuat gerakan penyelamatan sungai di Indonesia.

“Ini lari untuk menjaga sungai di Indonesia. Sampai sekarang hampir semua sungai ada sampahnya. Semoga perjalanan ini bisa menginspirasi pemerintah dan masyarakat untuk membersihkan sungai,” katanya.

Gary, Sam, dan Kelly Benchegib sedang menjalankan aksi lari 1.200 kilometer dari Bali ke Jakarta untuk mengampanyekan penyelamatan sungai dari pencemaran sampah.

Sam juga mengungkapkan keinginan Sungai Watch untuk mulai beroperasi di Jawa Tengah setelah sebelumnya aktif di Bali dan Jawa Timur. Ia menyebut sudah berdiskusi dengan Ahmad Luthfi terkait rencana kolaborasi tersebut.