”Ke depan, desa dengan angka putus sekolah paling rendah akan memperoleh penilaian lebih baik dalam berbagai program pemerintah. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan program Kejar Paket C gratis,” terangnya.
Ia juga meminta kepala desa memanfaatkan program ini agar angka putus sekolah semakin rendah dan kualitas pendidikan masyarakat meningkat. Faiz menegaskan pentingnya keseriusan pemerintah desa dalam mengikuti program pembangunan daerah. Ia menyebut kepala desa yang tidak hadir dalam rapat koordinasi dapat mengalami penundaan proses bantuan keuangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Batang Akhmad Handy Hakim menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Batang terdapat 266 titik penerima bantuan keuangan pada 2026. Namun, setelah melalui proses persetujuan, sebanyak 236 titik di 144 desa di tetapkan sebagai penerima bantuan keuangan dan mengikuti rapat koordinasi tersebut.
”Melalui koordinasi ini, Pemkab Batang berharap bantuan keuangan desa dapat di manfaatkan secara tepat sasaran guna memperkuat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (**)



