BATANG, smpantura – Pemerintah Kabupaten Batang terus bergerak cepat dalam mendorong kemajuan daerah melalui skema pembiayaan yang inovatif. Langkah konkret terbaru di tunjukkan oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, yang memimpin langsung penjajakan minat pasar (market sounding) atas proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Alat Penerangan Jalan Umum (KPBU APJU) Kabupaten Batang.
Acara strategis yang berlangsung interaktif ini di hadiri oleh sekitar 120 peserta dari berbagai lini. Mulai dari perusahaan investor, kontraktor, hingga lembaga pembiayaan (lenders), yang di selenggarakan di Jakarta, Senin (18/5).
Kehadiran perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kemendagri, Bappenas, hingga Plt Dirut PT PII, serta jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Batang menegaskan pentingnya proyek infrastruktur ini bagi masa depan Batang. Bupati Batang Faiz Kurniawan menegaskan, bahwa kebutuhan akan Penerangan Jalan Umum sudah sangat mendesak di wilayahnya.
Ada banyak faktor krusial yang mendasari hal tersebut. Pertama, tingginya angka kecelakaan. Pada tahun 2023, tutur Faiz, angka kecelakaan mencapai 500 kejadian, meningkat menjadi 520 kejadian pada 2024, dan melonjak hingga hampir 550 kejadian pada tahun 2025. Faktor kedua adalah keamanan pekerja shift malam.
”Seiring dengan meningkatnya industrialisasi di Batang, banyak warga termasuk perempuan yang harus bekerja pada shift malam. Kondisi jalan yang gelap di nilai mengancam keamanan dan kenyamanan warga,” ucapnya.
Faktor ketiga, lanjut Faiz adalah pemberdayaan ekonomi malam hari. Minimnya lampu jalan membatasi aktivitas ekonomi masyarakat setelah matahari terbenam. Saat ini, layanan PJU di Batang sendiri baru mencapai sekitar 37 persen, yaitu sekitar 4.000 lampu dari total kebutuhan 13.000 titik.



