Bawang Merah Brebes Jadi Media Belajar IPA yang Menyenangkan

Oleh: Syafridatun Nikmah

SMPANTURA – Kabupaten Brebes selama ini di kenal sebagai sentra bawang merah terbesar di Indonesia. Hasil pertanian ini bukan hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga dapat di manfaatkan sebagai sumber belajar yang sangat dekat dengan kehidupan peserta didik.

Berangkat dari pemikiran tersebut, pembelajaran IPA di kelas VII C SMP Negeri 3 Brebes di kembangkan dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) berbasis konteks lokal. Dalam pembelajaran ini, proses pembuatan bawang goreng Brebes di jadikan sarana untuk memahami konsep perubahan fisika dan kimia sekaligus melatih keterampilan proses sains murid.

Dari Dapur ke Laboratorium

Selama ini, banyak murid dapat menjelaskan pengertian perubahan fisika dan kimia, tetapi masih kesulitan mengaitkan konsep tersebut dengan peristiwa nyata. Padahal, sains sesungguhnya hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, murid mengamati proses pemotongan dan penggorengan bawang merah. Mereka melihat bagaimana air dalam bawang menguap, warna berubah menjadi keemasan, serta aroma khas muncul akibat reaksi kimia. Kegiatan yang sederhana ini membuat konsep IPA terasa nyata dan mudah di pahami.

BACA JUGA :  Market Place Bumiayu, Program Terbaru Membantu Pelaku UMKM Lokal

Pembelajaran tidak berhenti pada pengamatan. Murid juga di tantang merancang alat peniris minyak sederhana dari bahan bekas agar bawang goreng menjadi lebih renyah dan tahan lama.

Belajar Sains, Teknologi, Seni, dan Matematika Sekaligus

Pendekatan STEAM memungkinkan berbagai bidang ilmu di padukan dalam satu proyek.

  • Science: Murid mempelajari perubahan zat dan perpindahan kalor.
  • Technology: Murid menggunakan termometer, neraca, dan aplikasi digital.
  • Engineering: Murid merancang alat peniris minyak.
  • Arts: Murid mendesain kemasan produk.
  • Mathematics: Murid menganalisis data suhu, waktu, dan massa.

Dengan cara ini, murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghasilkan karya yang bermanfaat.

Hasil yang Menggembirakan

Pembelajaran dilaksanakan dalam tiga pertemuan dengan melibatkan 32 murid. Hasil observasi menunjukkan keterampilan proses sains murid berkembang sangat baik.