“Jadi semuanya masuk di Jatibarang, tetapi bahan bakunya berbeda. Sampah lama diolah menjadi solar agar timbunan habis, sedangkan sampah baru langsung diolah menjadi listrik,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil audiensi sebelumnya, pengolahan 1 juta ton sampah dapat menghasilkan sekitar 50 ribu liter solar.
Untuk mendukung proyek tersebut, Pemerintah Kota Semarang akan menyiapkan lahan seluas 4 hingga 5 hektare. Termasuk meratakan kontur tanah dan menyiapkan akses jalan menuju lokasi pembangunan.
Secara umum, proyek ini menjadi bagian penting dari upaya Jawa Tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah yang terus meningkat.
Berdasarkan data 2026, timbulan sampah di provinsi ini mencapai sekitar 17.539 ton per hari atau setara 6,4 juta ton per tahun. Dengan kenaikan rata-rata 8 hingga 11 persen setiap tahun.
Namun dari jumlah tersebut, baru sekitar 26,78 persen yang terkelola. Sisanya, lebih dari 73 persen, masih belum tertangani secara optimal. Dari total 47 tempat pemrosesan akhir (TPA) di Jawa Tengah, sebanyak 87,5 persen masih berstatus open dumping.(**)



