Kepada Rosyid, Gus Yasin menanyakan berapa persen petani muda yang ada di Demak, saat ini.
“Petani muda ada sekitar 40 %,” jawab Rosyid.
Gus Yasin kembali menanyakan komitmen PADI apabila di usulkan menjadi kalender event pariwisata Jawa Tengah di tahun 2027. Rosyid kembali menunjukkan kesiapan dan komitmennya.
“Sangat senang dan siap sekali,” ujarnya.
Terpisah, di temui usai acara Rosyid menyambut gembira rencana untuk menjadikan PADI masuk dalam kalender event pariwisata Jawa Tengah tahun 2027. Menurutnya, petani muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirya Bapeltan, akan mendukung hal tersebut.
Ia mengatakan, pada tahun lalu, event serupa berhasil mencatat transaksi sebesar Rp 5 miliar. Ia berharap, event tahun ini bisa meraup lebih dari yang di raih tahun lalu. Saat ini ada seratus petani muda yang tercatat sebagai anggota forum. Namun demikian, jejaring mereka terjalin di 35 kabupaten/kota.
“Kegiatan ini nol anggaran dari pemerintah. Murni dari alumni dari Balai Pelatihan Pertanian dikumpulkan di sini,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah adalah Defrancisco Dasilva Tavares mengatakan, tema PADI tahun ini adalah
Mewujudkan Regenerasi Petani Unggul Dan Akselerasi Swasembada Pangan dengan Melalui Pertanuan Berkelanjutan, yang akan di laksanakan hingga Senin 27 April 2026. PADI merupakan inisiatif petani muda untuk mempromosikan teknologi inovatif kolaborasi multipihak untuk pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan respon atas tantangan pembangunan pertanian saat ini dan ke depan,” urainya.


