“Australia kemarin meminta 500.000 ton. Tapi kami belum bisa memenuhi sepenuhnya. Kami bertahap penuhi 25.000 ton, karena prioritas Presiden adalah memenuhi kebutuhan dalam negeri. Setelah petani dalam negeri terpenuhi sisanya untuk membantu negeri tetangga,”terangnya.
Di sisi lain, Ihwan mengimbau para petani untuk mendorong penggunaan formulasi pupuk lengkap (organik dan anorganik) demi hasil panen yang optimal. Petani yang belum terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di minta untuk segera melakukan registrasi di kelompok tani masing-masing. Sebab, regulasi ketat pemerintah menetapkan bahwa penebusan pupuk subsidi hanya dapat di layani bagi petani yang telah terdata secara resmi di sistem RDKK.
“Mumpung pupuknya ada, pupuknya lengkap segera di tebus untuk mendukung ketahanan pangan,”imbuhnya. (**)



