Langkah strategis ini di ambil demi menjamin kebutuhan petani tetap tercukupi tanpa kendala selama musim tanam berlangsung. Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pemuatan pupuk ke pelaku usaha distribusi (PUD) sedang berjalan gencar. Antrean armada truk angkutan juga di periksa secara ketat guna memastikan kelayakan dan kapasitas muatnya agar pelayanan ke tingkat petani dapat berjalan andal dan tepat waktu.
Permintaan
Menyikapi tingginya permintaan pupuk di tahun 2026, Pupuk Indonesia menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menjaga daya beli petani. Setelah sebelumnya memberikan stimulus berupa diskon harga sebesar 20 persen pada akhir tahun 2025, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat Kios maupun Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS). Untuk HET Urea Rp 90.000/karung (isi 50 kg) dan NPK Rp 92.000/50 kg.
“HET di pastikan tetap stabil guna menjamin akses keadilan bagi seluruh petani,”tutur Ihwan.
Terkait dinamika geopolitik global, termasuk potensi dampak ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta fluktuasi nilai tukar dolar, Pupuk Indonesia menjamin hal tersebut tidak akan mengganggu harga maupun pasokan pupuk di dalam negeri.
Langkah antisipasi dini yang telah di persiapkan pemerintah justru menempatkan Indonesia pada posisi siap swasembada. Bahkan mampu merespons permintaan ekspor secara bertahap dari negara sahabat seperti Australia, India, Vietnam, dan Brazil. Kendati demikian, manajemen menegaskan bahwa prioritas utama tetap berfokus penuh pada pemenuhan kebutuhan domestik terlebih dahulu.



