Menurutnya, BI juga menunjukkan komitmen dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan Borobudur, melalui pengelolaan sampah. Selaras dengan permintaan kepala daerah setempat, RBP 2026 akan memberikan bantuan berupa pengelolaan penanganan sampah. Sesuai dengan tema RBP 2026, yakni “Lari untuk Berbagi”.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengatakan, target peserta pada tahun 2026 adalah 4.000 pelari. Adapun pengunjung di perkirakan sekitar 6.000 orang. Sehingga total akan ada sekitar 10.000 orang yang terlibat dalam kegiatan ini.
Noor Nugroho menjelaskan, dana yang di peroleh dari pendaftaran peserta, akan di sumbangkan untuk berbagi kepada masyarakat di sekitar Borobudur. Sesuai dengan permintaan kepala daerah setempat, permintaan utamanya adalah pengolahan sampah.
“Memang tidak semua desa yang mendapatkan bantuan. Tetapi akan di pusatkan di beberapa desa. Jadi nanti sampah dari desa sekitarnya bisa di kumpulkan di satu tempat,” katanya.
Ia menambahkan, RBP 2026 merupakan salah satu upaya untuk membuat masyarakat paham dan bangga terhadap rupiah. Sebagai lambang kedaulatan dan juga sebagai alat untuk bertransaksi.
“Supaya masyarakat lebih paham bagaimana seharusnya memberlakukan rupiah sehingga punya daya tahan yang lebih lama. Bisa lebih banyak dan lebih lama lagi digunakan dan disirkulasikan kepada masyarakat. Karena cost-nya mencetak uang itu besar dan kalau misalnya sekali pakai balik langsung dalam keadaan tidak layak edar itu sangat di sayangkan,” urainya. (**)



