SEMARANG, smpantura – Event lari punya potensi tinggi untuk pengembangan sport tourism. Olahraga tersebut di nilai paling mudah untuk mendatangkan orang dari luar provinsi untuk masuk ke Jawa Tengah.
Hal itu di sampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, usai menghadiri launching dan press conference Rupiah Borobudur Playon 2026 di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Senin, 25 Mei 2026.
Rangkaian event lari tersebut akan di gelar 4 – 5 Juli 2026. Ditargetkan ada 10.000 pengunjung.
Ia katakan, Pemprov Jateng sangat berterima kasih kepada BI yang konsisten untuk menyelenggarakan Rupiah Borobudur Playon (RBP). Karena event tersebut sangat membantu sebagai bagian dari kegiatan pengembangan sport tourism di Jawa Tengah.
“Olahraga lari ini adalah yang paling gampang untuk mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah untuk masuk ke Jawa Tengah,” jelasnya.
Di akuinya, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah paling besar berasal dari sektor konsumsi. Sehingga, harus banyak mendatangkan orang. Menurutnya, Gubernur Ahmad Luthfi juga akan mengembangkan pariwisata untuk tahun 2027.
Oleh karenanya, agar banyak orang yang datang ke Jawa Tengah dan berkonsumsi di Jawa Tengah.
“Konsumsi ini selain menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi juga dalam rangka pengembangan para UMKM di Jawa Tengah,” lanjutnya.
Dukungan Lari Berbagi
Dalam paparannya saat pers conference, Sumarno juga memberikan apresiasi kepada BI yang akan lari untuk berbagi. Apalagi, berbagi untuk masyarakat Jawa Tengah utamanya di kawasan di sekitar Borobudur yang akan menerima manfaat dari kegiatan ini.



