“Mulai dari yang gampang, seperti minum tanpa gula. Kebiasaan kecil ini kalau di lakukan terus, hasilnya besar,” tegas Prihati.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tegal, Ario Pambudi Trisnowibowo, menyebut kegiatan ini juga melibatkan peserta program pengelolaan penyakit kronis atau prolanis yang kondisinya sudah stabil.
Menurut Ario, pelibatan berbagai kelompok masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup sehat.
“Kami ingin semua kalangan terlibat, termasuk peserta prolanis, agar tetap aktif dan menjaga kebugaran,” ujar Ario.
Tak hanya berlari, peserta juga bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan keliling yang disiapkan di lokasi. Mulai dari pengecekan status kepesertaan hingga konsultasi kesehatan dasar tersedia bagi masyarakat.
“Layanan ini biasanya kami bawa ke wilayah yang sulit dijangkau. Jadi masyarakat tetap bisa mengakses informasi dan layanan dengan mudah,” kata Ario.
Dari sisi medis, dokter RSUD Brebes, Ceza Kautsar Lasera, menilai kegiatan semacam ini efektif sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.
Ceza mengingatkan peserta untuk tidak mengabaikan pemanasan sebelum berlari serta tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan.
“Olahraga itu penting, tapi harus sesuai kemampuan. Jangan lupa peregangan supaya terhindar dari cedera,” kata Ceza. (**)



