Wisata Lima Daerah di Jateng Disatukan

TEMANGGUNG, smpantura – Kawasan Candi Borobudur di proyeksikan menjadi pusat pengembangan wisata berkelanjutan yang menghubungkan destinasi unggulan di Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Temanggung (Keburejo-Gelangmanggung).

Melalui penguatan konektivitas antardestinasi, pengembangan desa wisata, serta integrasi kalender event, kawasan aglomerasi di harapkan mampu menciptakan pergerakan wisatawan yang lebih merata, sekaligus memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat.

Gagasan konektivitas wisata lima daerah tersebut menjadi bahasan penting dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang di gelar di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, Borobudur tidak boleh berdiri sebagai destinasi tunggal. Melainkan harus menjadi hub yang menghubungkan berbagai objek wisata unggulan di sekitarnya.

Menurutnya, konsep tersebut telah di terapkan di sejumlah negara tujuan wisata dunia. Di mana wisatawan yang datang ke satu destinasi utama langsung di arahkan untuk mengunjungi berbagai kawasan penyangga yang saling terhubung.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Resmi Menutup Soloraya Great Sale 2025, Panen Apresiasi dari Berbagai Pihak

“Di Turki, begitu masuk ke sana langsung di tawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh Borobudur,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menilai konektivitas antarwilayah perlu segera di rumuskan secara detail sebagai panduan pengembangan wisata berkelanjutan. Integrasi tersebut mencakup kawasan Borobudur-Kopeng-Rawa Pening, destinasi wisata di Purworejo. Hingga kawasan Geopark dan wisata pantai di Kebumen.