“Kami menanami pohon pisang ini sebagai aksi protes. Sudah hampir lima tahun jalan ini rusak dan tak kunjung diperbaiki. Tuntutan warga sederhana, jalan ini diperbaiki,” tandasnya kepada wartawan.
Viki, pengendara sepeda motor mengaku, kondisi jalan yang rusak parah ini sudah terjadi sejak lama. Terlebih saat hujan, kondisi jalan banjir seperti empang. Kerusakan jalan itu sangat mengganggu aktivitas perekonomian warga. Terutama saat pengiriman dan distribusi barang muatan.
“Saya tiga tahun bolak balik ke sini, kondisinya rusak terus seperti ini. Tidak diperbaiki,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, M. Adhika Pramuditya saat di konfirmasi wartawan menjelaskan, pihaknya segera menerjunkan tim untuk langsung mengecek ke lokasi. “Segera kami turunkan tim untuk mengecek lokasi,” ungkapnya.
Menurut dia, ruas jalan Karangsambung-Jatisawit memiliki Panjang 4,7 kilometer (KM), dengan kerusakan sepanjang 3 KM. Pemkab Brebes sebenarnya sudah melakukan perbaikan di ruas jalan tersebut sejak tahun 2022 lalu. Namun memang belum maksimal karena di laksanakan secara bertahap.
“Di tahun 2026 ini, untuk perbaikan ruas jalan ini telah di alokasikan anggaran sebesar Rp 388 juta, dan perbaikan akan di laksanakan secara bertahap. Adapun pelaksanaannya akan di mulai pada akhir Juli mendatang,” terangnya. (**)



