Jawa Tengah Terbaik Kendalikan Inflasi, Kolaborasi Desa Jadi Kunci

“Misalnya bawang merah kita distribusikan, cabai bisa kita distribusikan, sehingga keterjangkauan ini menjadi penting agar inflasi bisa kita tekan. Seluruh potensi masyarakat desa kita andalkan untuk mendistribusikan kebutuhan ke seluruh wilayah,” ujarnya.

Selain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sejumlah daerah di provinsi tersebut juga meraih penghargaan. Kota Semarang menjadi terbaik III tingkat kota untuk kategori Penurunan Stunting. Kabupaten Sukoharjo meraih terbaik II tingkat kabupaten kategori Pengendalian Inflasi.

Sementara itu, Kota Magelang dan Kota Surakarta meraih penghargaan pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran. Kota Magelang menjadi terbaik I tingkat kota, sedangkan Kota Surakarta menempati posisi terbaik II.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan, penghargaan pemerintah daerah berprestasi di berikan berdasarkan penilaian dewan juri terhadap empat kategori utama. Ia menyebut persaingan antardaerah berlangsung ketat dengan selisih nilai yang relatif tipis.

BACA JUGA :  Kasus Stunting dan TBC Ditemukan, Gubernur Ahmad Luthfi Perkuat Speling dan CKG di Wonosobo

Menurut Tito, apresiasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas kinerja pemerintah daerah, tetapi juga sebagai pemacu agar setiap program pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ini membuktikan bahwa selain kepala daerah yang bermasalah hukum, masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan membawa daerahnya meraih prestasi,” kata Tito.

Penghargaan tersebut sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah dengan kinerja pengendalian inflasi yang di nilai efektif melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat hingga tingkat desa. (**)