Sementara itu, pada komponen pembiayaan daerah, anggaran penerimaan pembiayaan tercatat sebesar Rp 14,29 miliar. Dengan realisasi penyerapan mencapai lebih dari Rp 114 juta. Sri menyebut posisi pembiayaan daerah saat ini masih berada pada kondisi seimbang atau balance. Dalam kesempatan tersebut, Sri Purwaningsih juga menginformasikan sejumlah pegawai yang hadir mengenakan seragam putih karena tengah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) guna memperkuat kapasitas aparatur di bidang pengadaan pemerintah.
”Ke depan, Pemerintah Kabupaten Batang juga akan melanjutkan agenda pengendalian. Yaitu melalui pelaksanaan DES RKBMD atau Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah sebagai bagian dari optimalisasi pengelolaan aset,” ujarnya. (**)



