BATANG, smpantura – Pemerintah Kabupaten Batang mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 22 Mei 2026 mencapai 39,21 %. Capaian tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kontribusi sejumlah sektor pendapatan, termasuk kategori lain-lain PAD yang sah yang mengalami lonjakan signifikan.
Hal itu di sampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Batang Sri Purwaningsih saat memaparkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) periode 1 Januari hingga 22 Mei 2026 dalam Rakor Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) APBD di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (3/6).
Sri Purwaningsih menjelaskan, realisasi tertinggi berasal dari komponen lain-lain PAD yang sah yang mencapai 296 %. Peningkatan tersebut di picu adanya pengembalian dana dari PLN melalui Dinas Perhubungan senilai kurang lebih Rp 7 miliar.
”Lain-lain PAD yang sah menjadi penyumbang kenaikan tertinggi. Salah satunya karena adanya pengembalian PLN dari Dinas Perhubungan sekitar Rp 7 miliar. Selain itu, realisasi pajak daerah tercatat mencapai 34,45 %,, sementara retribusi daerah terealisasi sebesar 38,59 %. Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang di pisahkan mencapai 56,70 %,” ucapnya.
Pendapatan
Di tambahkan Sri Purwaningsih, pada sektor pendapatan transfer, Pemkab Batang mencatat capaian sebesar 36,58 %. Yang terdiri atas transfer pemerintah pusat sebesar 37,40 % dan transfer antar daerah sebesar 26,35 %.
”Di sisi belanja daerah, realisasi anggaran hingga akhir Mei 2026 telah mencapai 32,40 %. Pemerintah daerah terus melakukan pengendalian agar pelaksanaan program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” tuturnya.



