Museum Petilasan Mbah Maridjan, Jejak Kedahsyatan Erupsi Merapi 2010

JOGJA – Gunung Merapi berada di dua wilayah provinsi, yakni Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di tahun 2010, gunung yang hingga kini masih aktif ini, mengalami erupsi dahsyat. Bahkan, Mbah Maridjan selaku kuncen atau juru kunci Gunung Merapi, ikut menjadi salah satu korbannya.

Jejak dahsyatnya erupsi Merapi tahun 2010 itu, kini masih bisa disaksikan, meski kondisi sekitar gunung sudah pulih. Tempat menyaksikan jejak erupsi Merapi tahun 2010, ada di Museum Petilasan Mbah Maridjan. Lokasinya berada di Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Museum Petilasan Mbah Maridjan ini, dahulunya merupakan rumah Mbah Maridjan, yang l hancur diterjang awan panas erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010.

Mbah Maridjan sendiri, ditemukan meninggal dunia, dalam posisi bersujud usai erupsi besar tersebut. SMPANTURA.News sempat berkunjung langsung ke Museum Petilasan Mbah Maridjan pada Sabtu (30/12/2023).

Bekas rumah Mbah Maridjan ini sudah dibangun. Namun, peninggalan jejak erupsi besar Merapi 2010 masih ada. Masih ada sisa barang-barang yang diterjang awan panas, mulai dari sepeda motor, perlengkapan rumah tangga, hingga satu set gamelan. Ada pula sisa tulang hewan ternak yang mati terkena awan panas, juga lantai asli rumah Mbah Maridjan.

BACA JUGA :  7th Anniversary Grand Dian Hotel Bersama Ratusan Anak Yatim di Brebes
Gamelan milik Mbah Maridjan
Gamelan milik Mbah Maridjan

Terdapat juga semacam batu nisan di tengah pendapa yang bukan merupakan makam, melainkan penanda lokasi Mbah Maridjan ditemukan meninggal dunia. Di tempat itu, merupakan titik kediaman Mbah Maridjan, sang kuncen Gunung Merapi.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa melihat foto dokumentasi saat erupsi sedang terjadi, serta tulisan seputar kronologi erupsi besar Merapi yang meluluhlantakkan Kinahrejo.

Museum Petilasan Mbah Maridjan ini kebanyakan didatangi pengunjung yang menggunakan jasa paket jip wisata Lava Tour Merapi, seperti tim SMPANTURA.News.

Menurut Hari, Pemandu Wisata Lava Tour Merapi sekaligus Sopir Jip Adventure, Meseum Petilasan Mbah Maridjan dibangun untuk mengenang jejak kedahsyatan erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Saat ini seluruh penduduk Kinahrejo sudah dipindah ke lokasi lebih ke bawah, dan lebih aman.

“Sepeninggal Mbah Maridjan, Kuncen Merapi kini diwariskan ke putranya Mbah Asih atau yang memiliki nama lengkap Suraksohargo Asihono,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, makan yang ada di petilasan Mbah Maridjan itu, bukanlah sebuah makam. Namun hanya batu nisan sebagai pertanda titik Mbah Maridjan ditemukan wafat akibat erupsi Gunung Merapi. Namun untuk pakaiannya masih tersimpan di almari yang ada di petilasan tersebut. (T07_red)

Scroll to top
error: