Batang  

Tragedi Diva Maelisa, Ketua DPRD Batang Soroti Anak Putus Sekolah

Foto Suudi

BATANG, smpantura – Kasus meninggalnya Diva Maelisa (15), remaja dari Desa Ngroto, Kecamatan Reban yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi keprihatinan banyak pihak. Apalagi Diva seharusnya masih bersekolah dan belum saatnya untuk bekerja mencari uang.

Ketua DPRD Batang Suudi meminta kejadian yang di alami Diva agar jangan terulang kembali dan penanganan anak putus harus jadi perhatian serius.

”Saya prihatin sekali karena ada anak usia sekolah tapi harus bekerja, dan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Ini tentu jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya, Senin (27/4).

Diva di ketahui bersama satu orang rekannya nekat melompat dari lantai empat apartemen tempat majikannya, Rabu malam (22/4) sekitar pukul 23.00 WIB. Akibat kejadian ini, Diva meninggal dunia, sementara temannya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Diva berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Orang tuanya bekerja sebagai buruh harian lepas dan petani penggarap. Kondisi itu di duga mendorongnya untuk bekerja di usia yang masih sangat muda.

BACA JUGA :  Kabarhakam Polri Apresiasi Polres Batang Ubah Kapal Patroli Jadi Kapal Pintar

Suudi mengungkapkan, apa yang dialami oleh Diva harus menjadi evaluasi bersama. Pemerintah desa sampai jajaran Pemkab harus menjadikan kejadian ini sebagai perhatian serius. Jajaran pemerintah harus bisa memastikan anak usia sekolah dalam posisi bersekolah, dan bukannya bekerja. Mereka juga harus tahu warganya yang masih berusia sekolah tapi bekerja, itu posisinya dimana.

”Kita harus mulai proteksi dari tingkat desa. Pemerintah desa harus punya data soal seperti ini. Kalau anak putus sekolah lalu bekerja, itu bekerjanya sebagai apa. Bagi saya, kalau anak usia sekolah ya harus sekolah. Tidak boleh anak usia sekolah itu bekerja, apapun alasannya baik karena masalah ekonomi maupun faktor lainnya. Anak usia sekolah ya harus sekolah,” ucapnya.